Yang Benar Mencerahkan Kulit, Bukan Memutihkan
Surabaya (KabarGres.com) - WANITA Asia termasuk Indonesia umumnya ingin memiliki kulit yang putih, halus dan mulus karena menganggap kulit yang indah adalah kulit yang putih. Namun cara yang dilakukan sering kali keliru sehingga kulit putih yang diperoleh hanya untuk sementara karena produk kosmetik yang digunakan ternyata kemudian merusak kulit.
Hal ini diungkapkan dr. Retno Iswari Tranggono SpKK, pendiri dan Presiden Direktur PT Ristra Indolab dalam gathering yang diadakan baru-baru ini. Menurut ia, keinginan kaum wanita Indonesia itu wajar, namun harus cermat dan tepat memilih cara agar tak menyesal nanti. Karena jika kulit rusak akan susah dan lama memulihkannya.
Retno mengatakan, wanita sekarang cenderung menginginkan cantik secara instan dengan memakai produk instan. Hal ini direspon brand-brand kosmetik tertentu dengan mengeluarkan produk yang dibutuhkan.
Ia mengimbau masyarakat untuk hati-hati dalam memilih dan menggunakan suatu produk. Jika keliru, bukannya memperoleh hasil yang diinginkan. Sebaliknya justru mengakibatkan kulit rusak seperti alergi, iritasi, kulit kemerahan, hyperpigmenasi hingga kanker, karena produk tersebut mengandung bahan yang berbahaya misalnya mercury.
“Jangan keliru menggunakan produk yang menjanjikan kulit putih dalam waktu singkat. Memang kulit jadi putih tapi lalu berubah merah kemudian menghitam bahkan lebih gelap dari warna kulit semula,” ujar pendiri Ristra pada 1983 ini.
Retno menekankan, yang benar dan aman adalah usaha untuk mencerahkan kulit (brightening), bukan yang memutihkan kulit (whitening), karena kulit tak bisa lebih putih dari warna dasarnya. Namun kulit yang kusam bisa dicerahkan kembali seperti warna kulit yang tertutup pakaian.
Ia menambahkan, banyak pula wanita yang kulitnya merah dan tipis akibat chemical peeling. Ini tak cocok bagi kulit orang Indonesia yang tinggal di wilayah tropis dengan empat musim dengan banyak sinar matahari sepanjang tahun. Kerusakan kulit bisa lebih besar di iklim tropis daripada di subtropis dan wilayah dengan empat musim.
Retno melihat sekarang marak produk yang mengandung bahan berbahaya yang bisa merusak kulit dan memicu kanker. Karena itu Ristra meneguhkan komitmen kepeduliannya terhadap kesehatan kulit masyarakat melalui kampanye Save Your Skin: Evidence Based Cosmetics, yang mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih kosmetik yang aman. Diharapkan masyarakat tidak terkecoh lagi oleh janji-janji iklan yang menawarkan kecantikan instan namun tak aman.
“Kami menggabungkan konsep kesehatan dengan kosmetik. Science of beauty adalah konsep ilmiah untuk tetap cantik dan sehat dengan mempertimbangkan faktor lingkungan alam, manusia dan kosmetika,” ujar wanita berusia 70 tahun namun awet muda dan tetap enerjik ini.
Ditanya resepnya awet muda, Retno menjawab, “Sederhana koq. Melakukan perawatan yang aman, selalu bersyukur atas semua yang kita peroleh dan mencintai yang kita kerjakan,” ujar wanita asal Kediri bercucu enam ini. (ayi)
Teks foto: dr. Retno Iswari Tranggono SpKK









